Tampilkan postingan dengan label SMP-MTs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMP-MTs. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juli 2011

Info PSB / PPDB Kota Malang 2011 Online

- 0 komentar
Assalamulaikum Wr. Wb.

Tahun 2011 ini sudah dilaksankan sitem pendaftaran online di berbagai kota dan kabutapen di Indonesia, salah satunya adalah kota malang.

Berikut ini adalah kutipan dari website resmi PSB / PPDB Kota Malang :


Selamat Datang di Situs PPDB Kota Malang

20 April 2011 12:03
SELAMAT DATANG di situs SIAP Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online Kota Malang periode 2011/2012
Situs ini dipersiapkan sebagai pengganti pusat informasi dan pengolahan seleksi data siswa peserta PPDB periode 2010/2011 secara online real time process. Informasi lengkap seputar pelaksanaan PPDB akan di update di situs ini. Bagi masyarakat dan calon siswa dapat memanfaatkan fasilitas Pesan Anda di situs ini untuk bantuan informasi lebih lanjut. Bagi anda calon peserta, harap membaca Aturan dan Prosedur pendaftaran dengan seksama sebelum melakukan proses pendaftaran.

Demikian informasi ini kami sampaikan dan terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Admin TELKOM SIAP PPDB Online  Kota Malang 2011/2012



Wassalamulaikum Wr. Wb.

Source : http://malang.siap-psb.com/
[Continue reading...]

Rabu, 06 Juli 2011

Info PSB / PPDB Kabutapen Banyuwangi 2011 Sudah Online

- 0 komentar
Assalamualaikum Wr. Wb.

Penerimaan Siswa Baru (PSB) atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kabupaten Banyuwangi 2011 menerapkan sistem online untuk pertama kalinya, oleh karena itu sistem baru ini tidak dapat berjalan dengan sempurnya seperti yang diharapkan karena memang belum seluruh operatornya mampu menjalankan sistem online ini. Jadi terkadang masih banyak orang tua siswa yang masih kelimpungan untuk mengganti / mencabut anaknya dari sekolah satu ke sekolah lain, karena memang sosialisasi ke masyarakat juga belum maksimal, banyak orang yang masih belum tau, tidak hanya masyrakat, guru-guru pun belum semuanya paham benar dengan sistem online kali ini. Jadi banyak orang yang mengatakan belum online sepenuhnya alias semi-online.

Website PPDB resmi Kabupaten Banyuwangi : http://banyuwangi.siap-psb.com/

Wassalamualaikum Wr. Wb.
[Continue reading...]

Peraih NUN (Nilai Ujian Nasional) SMP Terbaik 2011 , Tertinggi Se-Jatim

- 0 komentar
Assalamualaikum Wr. Wb.

Keberhasilan siswi MTs Kanjeng Sepuh, Kecamatan Sidayu ini makin memperkokoh stigma Gresik sebagai Kota Pelajar. Sebelumnya Sabanta Azmah Bil Firdausi, siswi SMAN I Manyar juga menyabet peraih NUN tertinggi se-Jatim untuk mata pelajaran IPS. Ditambah lagi dengan angka kelulusan rata-rata diatas 99 persen.






Prestasi gemilang yang dipersembahkan oleh Idlohatud Dilalah cukup spektakuler karena berasal dari sekolah swasta yakni MTs Kanjeng Sepuh Sidayu. Padahal peraih NUN tertinggi rata-rata diraih oleh pelajar dari sekolah negeri atau sekolah unggulan. Tentu saja keberhasilan gadis berparas manis yang akrab dipanggil Dilah ikut membanggakan pihak sekolah.
Berdasarkan daftar NUN yang diserahkan Dinas Pendidikan, Dilah meraih peringkat 1 (pertama) Ujian Nasional (UN) tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Jawa Timur dengan jumlah nilai UN murni 38,95.

Saat ditemui di ruang Kasek MTs Kanjeng Sepuh, Muhammad Mujib, Dillah menjelaskan kiatnya meraih nilai tertinggi. Sejak kecil, Dilllah memang dibiasakan oleh orang tuanya (pasangan Mundlir-Anis Khumaiyah) untuk jatuh cinta kepada pesantren. Selain itu, Mundlir, sang bapak yang berprofesi sebagai Modin, selalu mengajarkan untuk senantiasa mengerjakan sholat malam serta puasa Senin-Kamis.
"Sejak masuk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI), saya memang bertekat ingin membahagiakan kedua orang tua dengan jalan mengukir prestasi di sekolah. Oleh karena itu, di sela-sela saya membantu orang tua berjualan aneka jajanan, setiap ada waktu luang pasti saya gunakan untuk belajar. Dan Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mempersembahkan prestasi dengan meraih NUN tertinggi se-Jatim," ungkapnya dengan nada haru, Minggu (5/6).

Sementara Kepala MTs Kanjeng Sidayu, Muhammad Mujib menambahkan, selama mengenyam pendidikan di MTs Kanjeng Sepuh, Dillah memang selalu menjadi bintang pelajar mulai kelas 7,8,dan 9.
Tidak hanya itu, Dillah juga istiqomah menyabet prestasi di berbagai kegiatan, baik Olimpiade MIPA, Pelajar Teladan, pidato Bahasa Inggris, maupun siswa berprestasi tingkat Kabupaten Gresik.
"Menariknya, saking cintanya kepada pesantren, Dillah bertekad tetap akan melanjutkan sekolah di MA Kanjeng Sepuh. Padahal, beberapa orang telah memohon izin kepada saya untuk menyekolahkan Dillah ke sekolah yang lebih baik," jelas Mujib serius.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kab. Gresik, Wanda Metini Hiariej mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Idlohatud Dilalah (15), siswi MTs Kanjeng Sepuh Sidayu. Pihaknya berharap, prestasi yang telah diraih Dilah bisa diteladani oleh siswa lainnya. Disinggung tentang kelulusan siswa SMP sederajat, lulusan UGM Yogyakarta ini menjelaskan, dari 17.675 anak didik yang mengikuti ujian nasional kemarin hanya ada 3 siswa yang tidak lulus.
"Dibanding dengan kelulusan SLTA di Kabupaten Gresik, kelulusan SLTP prosentasenya lebih bagus. Jika SLTA kelulusan mencapai 99.92, sementara SLTP mencapai 99,98 prosen," tandas Wanda. (*)

Wassalamualaikum Wr. Wb. 

Sumber : http://www.suara-giri.com/2011/06/idhlohatul-dilalah-peraih-nun-mts.html
[Continue reading...]

Sabtu, 07 November 2009

Soal UAN / UN SMP 2009 Plus Kunci

- 0 komentar
Download Soal Ujian Nasional UAN UN SMP 2009 Serta Kunci Jawaban

silahkan klik di sini.
[Continue reading...]

Selasa, 14 Juli 2009

Hasil Seleksi OSN SMP Tingkat Propinsi (OSP) Tahun 2009

- 0 komentar
Untuk dapat mengetahui Hasil Seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP/MTs Tingkat Propinsi Tahun 2009 dapat di download di sini :


[Continue reading...]

Jumat, 03 Juli 2009

Persaingan PSB Online SMA Di Malang

- 0 komentar
MALANG - Persaingan PSB Online SMAN tahun ini benar-benar tak terduga. Ada pergeseran tren persaingan yang terjadi. Jika tahun-tahun sebelumnya SMA kompleks Tugu (SMAN 1, 3, dan 4) selalu menjadi kantong-kantong penyerapan siswa dengan NUN (nilai ujian nasional) tinggi, tidak untuk tahun ini. Bahkan, siswa dengan NUN tinggi berpotensi tergeser ke sekolah-sekolah di bawah grade SMA Tugu.

Kondisi itu terjadi karena pagu di sekolah kompleks Tugu banyak terserap oleh siswa baru dari jalur mandiri atau kelas RSBI (rintisan sekolah bertaraf internasional). Di SMAN I misalnya. Separuh lebih dari total pagu yang mencapai 284 telah terisi dari jalur RSBI.

Di salah satu SMAN yang difavoritkan ini tinggal menyisakan 109 pagu online karena ada tambahan satu kelas jalur mandiri. Begitu juga di SMAN 3 yang telah terisi 102 siswa baru jalur mandiri dari total pagu 204, sedang di SMAN 4 terisi 120 dari mandiri. Sisanya, 120 diambilkan dari online.




Fakta itu sebenarnya tidak menjadi masalah serius jika input dari jalur mandiri sama dengan standar input jalur online. Tapi persoalannya, input dari jalur mandiri tidak sebagus jalur online. Karena faktanya, NUN (nilai ujian nasional) 33-35 banyak terjaring lewat mandiri. Sedang NUN tertinggi jalur mandiri di SMA kompleks Tugu adalah 37.

Padahal, berdasarkan rekap sistem online kemarin, per pukul 13.22 WIB, di SMAN I rata-rata NUN yang masuk adalah 9,37 atau NUN 37,48 dengan rata-rata terendah 9,163 dan rata-rata tertinggi 9,35. Sedang di SMAN 3 rata-rata NUN yang lolos 9,47 atau NUN 37,88 dan SMAN 4 rata-rata 9,09 atau NUN 36,36.

Melihat data-data itu, bisa dipastikan siswa dengan NUN tinggi tidak akan tertampung semua di SMAN Tugu. Bahkan dipastikan ada sekitar 262 calon suswa baru dengan NUN tinggi terlempar dari persaingan di SMA Tugu. Itu karena jumlah NUN dengan jumlah 36,51-40,00 dimiliki 593 siswa lulusan SMP sederajat.

Padahal, pagu yang tersisa di SMA kompleks Tugu pasca pendaftaran jalur online tinggal 331 kursi. ''Dampaknya akan terlihat saat output nanti. Kami khawatir kualitas SMA Tugu akan terus merosot jika seperti ini," ujar salah satu guru SMAN I yang wanti-wanti tidak dikorankan namanya.

Apalagi, tahun ini SMAN 1 membuka lima kelas dari jalur mandiri. Artinya, hanya akan tersisa tiga kelas reguler dengan input NUN tinggi. ''Ini hanya tiga kelas dan masuk kategori kurus, karena lebih gemuk jalur mandirinya," tambahnya.

Di lain hal, kondisi itu akan mempersulit guru karena menangani siswa dengan input standar tengah. Sebaliknya, sekolah-sekolah negeri lain di bawah standar Tugu akan merasakan paneninput NUN tinggi. ''Saya prediksi, lima tahun ke depan kualitas sekolah Tugu jauh di bawah SMAN lain. Ini harus dipikirkan serius," tandas guru yang juga mengajar di program RSBI itu.



Jalur Mandiri Diumumkan

Sementara, hasil penerimaan siswa baru (PSB) mandiri di SMAN RSBI kemarin sudah diumumkan. Tidak semua sekolah mampu memenuhi pagu PSB mandiri. Seperti di SMAN 8, dari pagu 160 yang mendaftar hanya berkisar 140, sedang yang diumumkan diterima kemarin hanya 115.

Kepala SMAN 8 Setyo Rahardjo mengatakan, untuk pagu yang tidak terpenuhi melalui PSB mandiri akan dipenuhi dari jalur PSB Online. Sedangkan yang sudah diterima, mulai kemarin hingga hari ini harus melakukan daftar ulang. Jika tidak daftar ulang, maka mereka bisa dianggap mengundurkan diri.

Ditanya soal kemungkinan memberikan keringanan bagi siswa yang kurang mampu, Setyo mengatakan, dalam aturan ada jatah 10 persen siswa yang tidak mampu akan mendapat keringanan. Angka sepuluh persen itu bisa berasal dari jalur PSB mandiri atau PSB Online. "Kalau memang kondisinya tidak mampu, ya tentu akan ada kebijakan khusus," terang dia.

Di SMAN 1, jumlah kelas pendaftar dari jalur PSB mandiri ditambah satu kelas. Jika sebelumnya hanya 144 dalam pengumuman kemarin bertambah menjadi 176. "Ini untuk memenuhi keinginan masyarakat yang tinggi untuk masuk SMAN 1," ujar Sulthon, kepala SMAN 1 Kota Malang kemarin.

Apa tidak menyalahi aturan? Menurut dia, penambahan pagu itu telah disetujui diknas. Di samping itu, SMAN 1 juga siap untuk menyelenggarakan RSBI dengan tambahan satu kelas lagi, karena semuanya sudah siap. Baik guru maupun ruangan kelas.

Menurut dia, di SMAN 1, semua siswa yang diterima baik melalui jalur PSB mandiri atau PSB Online, akan otomatis menjadi siswa RSBI. Mereka akan mendapat perlakukan dan fasilitas yang sama saat belajar.

Sementara, mereka juga tidak bisa mendaftar lewat jalur online, karena data siswa yang lolos PSB mandiri telah di-blacklist, dan tidak bisa mendaftar di PSB Online. Sehingga, jika yang telah diterima PSB mandiri itu tidak daftar ulang peluangmereka untuk sekolah di SMAN RSBI atau SMAN di Kota Malang akan hilang.
[Continue reading...]

PSB / PPDB Di Madura

- 0 komentar
Seperti diprediksi sebelumnya, peserta penerimaan siswa baru (PSB) hari pertama kemarin membeludak. Namun, itu belum maksimal. Sebab, kebanyakan siswa yang mendaftar adalah lulusan yang punya nilai ujian nasional (unas) "aman" masuk sekolah favorit. Sementara yang punya nilai pas - pasan menunggu hingga hari ini.

Puncak PSB diprediksi terjadi hari ini. Siswa dan orang tua yang masih menunggu perkembangan penerimaan siswa di sekolah favorit yang mulai bergerak hari ini. Demikian juga dengan siswa yang punya nilai "aman" yang tereliminasi di sekolah favorit. Mereka akan mencari celah di sekolah favorit lain yang dinilai setara. Pendaftaran siswa baru sampai 4 Juli.

Kemarin siswa beserta orang tua dan gurunya memadati beberapa sekolah kota favorit. Di SMPN 1 Bangkalan, peserta mulai memadati sekolah sejak pukul 07.00. Meski belum resmi dibuka, antrean sudah terlihat di luar sekolah. "Mereka (peserta PSB, Red) sudah antre sejak pagi. Tapi, saya lihat jumlahnya tak terlalu banyak. Yang lain mungkin masih menunggu perkembangan nilai tertinggi dan terendah yang diterima di sini," ujar Kepala SMPN 1 Bangkalan Rustamadji.




Sekolah yang berlokasi di Jalan Trunojoyo ini sedianya akan menerima siswa untuk ditampung di tiga kelas. "Sebenarnya empat kelas. Tapi yang satu sudah terisi siswa penelusuran bakat," terangnya.

Siswa di tiap kelas yang tersisa diperkirakan sejumlah 120 anak. Hingga kemarin 70 - 80 siswa sudah terjaring. Pengumuman siswa nilai tertinggi dan terendah dilakukan setiap pagi di halaman sekolah.

Suasana jauh lebih padat terlihat di SMPN 2 Bangkalan. Kepala SMNP 2 Edi Hariyadi mengatakan, map PSB hari pertama sudah habis. Bahkan, pihaknya harus menambah lagi map berstempel "gratis" tersebut karena membeludaknya peserta PSB.

"Kami siapkan 500 map dan formulir. Barusan saya dengar panitia mau nambah 100 map lagi. Hari ini (kemarin, Red) banyak. Selanjutnya kita lihat besok (hari ini, Red). Sebab, biasanya ada peningkatan aktivitas pendaftar," terang Edi. SMPN 2 sedikitnya akan menerima 320 siswa untuk delapan kelas yang tersedia.

Untuk SMPN lain di wilayah kota suasana PSB tak terlalu padat. Seperti di SMPN 3 hingga SMPN 7 yang diperkirakan akan menjadi alternatif selanjutnya setelah ada pengumuman nilai tertinggi dan terendah di beberapa sekolah favorit.

Suasana PSB di SMA Bangkalan relatif sama. Padat tapi masih belum mencapai puncak. SMAN 1 dan SMAN 2 adalah sekolah yang paling padat didatangi pendaftar. Sedang SMAN 3 kemungkinan besar baru diserbu pendaftar hari ini. SMAN 4 Unggulan yang baru buka tahun ini sudah dijadikan pilihan pertama oleh sedikitnya 20 siswa pendaftar. Untuk PSB SMA negeri, pendaftar bayar Rp 30 ribu. Sedangkan untuk SMKN Rp 40 ribu.

Menurut pantauan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, PSB di wilayah kecamatan tak kalah padat dengan di kota. Sebab, di beberapa kecamatan banyak siswa memilih melanjutkan sekolah di tempat asalnya. Sehingga, persaingan mendapat bangku di sekolah kecamatan menjadi lebih berat karena keberadaan unit sekolah yang terbatas.

"Saya sudah meminta beberapa Kasi (kepala seksi) di bidang saya untuk berpencar di kota dan kecamatan. Di kecamatan padat, di kota juga demikian. Mengenai kapan puncak PSB kita ikuti saja," ujar Kabid SMP/SMA/SMK Disdik Bangkalan, Sugiono.

Untuk kelancaran PSB, Sugiono berharap pihak sekolah bisa mengumumkan nilai terendah dan tertinggi secepatnya. Itu agar siswa pendaftar bisa mengambil langkah selanjutnya jika tidak bisa masuk karena nilainya tidak bisa dipaksakan.

Ada prioritas lainnya selain nilai unas? Dia memastikan tidak ada prioritas selain nilai unas. Anak guru maupun anak pejabat tidak akan mendapat perlakuan khusus karena jabatan yang dimiliki orang tuanya. "Tidak ada yang boleh diprioritaskan selain nilai. Kasihan yang lain yang sudah berjuang masuk dengan nilai yang dimiliki," katanya.


[Continue reading...]

PSB / PPDB Di Jember (Lanjutan)

- 0 komentar
Dispendik Diminta Umumkan Perolehan Nilai Calon Siswa

Pelaksanaan PSB di Jember yang kini ditangani sendiri oleh dispendik rawan terjadi kecurangan jika prosesnya tidak dilakukan secara transparan. Maka dari itu, Dewan Pendidikan Jember meminta agar proses PSB jauh dari permainan dan lebih transparan, maka Dispendik Jember diminta untuk mengumumkan hasil perolehan nilai calon siswa baru. Sehingga diketahui dengan terbuka, nilai dan posisi masing-masing calon siswa baru yang masuk sesuai pilihan.

Sekretaris Dewan Pendidikan Jember Setyo Purwoko menegaskan, Dispendik Jember berkewajiban menyelenggarakan PSB yang transparan. Sehingga, setiap calon siswa baru benar-benar mendapatkan tempat sesuai dengan kemampuannya.

Pengaturan PSB secara terpusat di Dispendik Jember ini, kata dia, memang sangat rawan menimbulkan prasangka negatif dari masyarakat. Ini mengingat, masyarakat dan lembaga sekolah tidak tahu kondisi yang sebenarnya dalam proses PSB.




"Karena itu biar fair, dispendik harus mengumumkan juga perolehan nilai calon siswa baru," tegasnya. Pengumuman nilai itu, lanjut dia, akan menunjukkan peringkat masing-masing calon siswa baru dengan transparan. Sehingga orang tua siswa bisa langsung tahu posisi anaknya dalam PSB ini.

Pemberitahuan perolehan nilai, yang merupakan gabungan antara nilai TPA dengan nilai UAN ini, akan menghilangkan prasangka negatif jika anak mereka tidak diterima di salah satu sekolah.

Selain itu, lembaga sekolah juga bisa tahu kondisi akademik siswa baru yang diterima. "Kalau hanya peringkat dan nama saja yang diumumkan, pasti banyak yang bertanya-tanya. Lho anak saya ini aslinya berapa nilainya. Kok tidak masuk ke dalam peringkat," sambungnya. Pertanyaan-pertanyaan itu, tambah dia, pasti akan bermunculan, menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat pada dispendik.

Dia menambahkan, dispendik harus menghindari praktik-praktik penitipan siswa baru di luar jalur PSB resmi. Praktik-praktik ini sangat mungkin terjadi jika PSB tidak dibeberkan pada masyarakat. "Tapi, kalau masyarakat tahu daftar nilainya, praktik semacam itu akan terhindar," katanya.

Karena itu, dia mengimbau kepada dispendik agar mengambil tindakan yang bijaksana dengan mengumumkan secara transparan daftar perolehan nilai dari masing-masing calon siswa baru. "Mudah-mudahan, langkah ini bisa diambil. Sehingga proses PSB benar-benar adil dan merata," pungkasnya.

Hal senada dilontarkan anggota Komisi D DPRD Jember Ir Sudjatmiko. Dia meminta agar pelaksanaan PSB bisa dilangsungkan secara transparan. "Tidak hanya dalam proses PSB, tapi juga transparan dalam pengelolaan dana," ujar Sujatmiko kepada RJ, kemarin.

Politisi senior Partai Golkar Jember itu melihat, masih ada sekolah-sekolah negeri yang menggelar PSB tidak transparan. Dia mencontohkan SMKN 1 Jember yang tidak transparan soal uang map Rp 20 ribu. "Harga map idealnya Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu per lembar," ujarnya.

Untuk itu, dia meminta kepada sekolah memberikan rincian yang jelas terhadap biaya pendaftaran dan biaya lain-lainnya. "Kalau rincian jelas dan tidak ada yang ditutup-tutupi tidak akan menimbulkan penafsiran yang macam-macam," terangnya. Pasalnya, saat ini sudah masuk era keterbukaan.


[Continue reading...]

PSB / PPDB Di Jember

- 0 komentar
Pendaftar Ditarik Biaya Map Rp 20 Ribu

JEMBER - Proses seleksi penerimaan siswa baru (PSB) ternyata masih diwarnai beberapa tarikan uang yang cukup tinggi. Salah satunya terjadi di SMKN 1 Jember yang membebani biaya map sebesar Rp 20 ribu kepada para pendaftar. Tentu saja hal ini banyak dikeluhkan orang tua pendaftar. Adanya tarikan biaya map ini salah satunya diungkapkan Hafidi, orang tua pendaftar asal Slawu, Kecamatan Patrang.

Menurut Hafidi, selain dibebani biaya pembelian map Rp 20 ribu, dirinya masih harus membayar uang pendaftaran PSB sebesar Rp 25 ribu. "Saat masuk, saya harus membeli map senilai Rp 20 ribu. Ketika berada di dalam, masih dikenai biaya Rp 25 ribu untuk pendaftaran," kata Hafidi kepada RJ, kemarin. Sehingga total biaya yang harus dikeluarkan untuk mendaftarkan anaknya mencapai Rp 45 ribu.




Tentu, kata dia, uang sebesar itu cukup memberatkan. Apalagi, biaya map tersebut tanpa disertai kuitansi yang jelas, seperti uang pendaftaran sebesar Rp 25 ribu. "Biaya map koksampai 20 ribu, tanpa kuitansi lagi," keluhnya. Kata dia, dalam map tersebut hanya berisi tiga lembar formulir dengan berbagai warna.

Hafidi sebenarnya sempat menanyakan masalah tersebut ke panitia PSB SMKN 1 Jember. "Jawabannya, panitia menyatakan, dana tersebut tidak jauh beda dengan biaya pendaftaran tahun lalu yang mencapai Rp 30 ribu. Cuma, untuk tahun ini dipisah menjadi dua," ujarnya.

Meski begitu, Hafidi melihat, tarikan uang map di SMKN 1 Jember tidak transparan dilakukan, lantaran tidak ada tanda bukti kuitansi. "Ini bukan hanya soal uang, tapi juga soal transparansi," ujarnya.

Hafidi menambahkan, jika biaya map Rp 20 ribu tersebut jelas peruntukannya dan ada kuitansinya, dia tidak akan mempermasalahkan. Namun karena biaya pendaftaran tersebut menyalahi ketentuan dispendik, dia berani protes.

"Itu yang kami pertanyakan. Seharusnya dijelaskan Rp 20 ribu itu untuk apa saja. Sebab, itu bisa membuat calon siswa yang membawa uang terbatas kecele," ujarnya. Ini mengingat, brosur yang diedarkan menyebutkan, uang pendaftaran hanya Rp 25 ribu, tanpa adanya tarikan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMKN 1 Jember Lutfi Isa Anshori tak mengelak jika ada biaya map sebesar Rp 20 ribu bagi calon siswa. "Untuk pendaftaran tetap Rp 25 ribu. Itu ketentuan dispendik. Yang Rp 20 ribu untuk biaya pelayanan terhadap calon siswa," ujarnya. Lutfi Isa Anshori menyatakan, adanya biaya pelayanan itu untuk memenuhi standar ISO 9001:2001. Kata dia, SMKN 1 Jember yang masuk RSBI harus memenuhi standard pelayanan.

Dengan dalih memenuhi prosedur pelayanan itulah, SMKN 1 Jember telah menyiapkan guidingbagi pendaftar. Guiding tersebut diambilkan dari siswa usaha jasa perhotelan (UJP) SMKN 1 Jember sendiri. "Siswa Guiding dari UJP yang melayani. Mereka yang akan mengantarkan calon siswa yang mendaftar," terangnya.

Sementara itu, hingga siang kemarin, dari enam jurusan yang disediakan, sudah ada sekitar 400 calon siswa yang mendaftar. Meliputi pendaftar untuk jurusan Administrasi, Perkantoran, Akuntansi, Penjualan, Multimedia, dan Broadcasting. Jumlah pendaftar tersebut, kata dia, diperkirakan masih akan bertambah karena masa pendaftaran baru ditutup Sabtu besok.

Bagaimana dengan SMKN lainnya. Bila SMKN 1 Jember menarik biaya map Rp 20 ribu, tak demikian dengan SMKN 4 Jember. Menurut Kepala SMKN 4 Jember Sunyoto, tidak ada tarikan biaya lain selain biaya pendaftaran sebesar Rp 25 ribu. "Tidak ada biaya lain, hanya Rp 25 ribu untuk pendaftaran," ujarnya. Dia mengaku memilih tetap mengikuti ketentuan yang ditetapkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember.

Terkait jumlah pendaftar, Sunyoto menyatakan, sudah ada 650 formulir pendaftaran yang diambil calon siswa. Dari jumlah itu, kata dia, baru 300 anak yang sudah mengembalikan formulir untuk mendaftar. Nantinya para pendaftar akan menjalani tes wawancara dilanjutkan tes potensi akademik yang digelar SMKN 4 Jember. "SMKN 4 Jember menyediakan jurusan Perkantoran, Akuntansi, Pemasaran, dan Broadcasting," tegasnya.


[Continue reading...]

Rekap Sementara SMP Dan SMA Di Banyuwangi Belum Tuntas

- 0 komentar
BANYUWANGI - Hari pertama pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PSB) kemarin (2/7), diwarnai banyak kekurangan. Keluhan terbanyak yang dirasakan ribuan orang tua siswa adalah lambatnya pengumuman skor sementara kemarin.

Sebagian besar sekolah menengah pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), ternyata belum bisa mengumumkan skor sementara siang kemarin. Bahkan, ada beberapa sekolah negeri yang belum rampung merekap skor sementara hingga sore kemarin. Untuk wilayah Kecamatan Banyuwangi dan sekitarnya, mayoritas sekolah negeri itu bisa merilis skor tadi malam. Hingga tadi malam, hanya SMPN 1 Banyuwangi yang masih belum berhasil menuntaskan rekap skor sementara.

Rika, salah satu panitia PSB di SMPN 1 Banyuwangi mengatakan, hingga pukul 14.30 kemarin, baru 44 berkas yang sudah direkap. Padahal, pendaftar pada hari pertama tersebut diperkirakan mencapai dua ratus lebih. ''Rekap skor PSB diperkirakan selesai jam 22.00 sampai jam 23.00. Pengumuman baru bisa ditempel besok pagi,'' jelasnya.




Orang tua pendaftar juga mengeluhkan pengumuman skor di SMPN 1 Banyuwangi. Seperti yang dialami Marni, yang menunggu sejak pukul 13.00 hingga 17.00. Setelah menunggu lama, pengumuman skor belum keluar. Dia mengaku kalau menunggu keeseokan harinya, takutnya tidak diterima dan mau mendaftar ke sekolah yang lain bisa terlambat.

Hal serupa juga dialami Wahyuningsih. Dia mengaku, anaknya tidak mau diajak pulang sebelum melihat pengumuman skor sementara. Sedangkan ditunggu sampai sore hari, pengumuman skor ternyata tidak ditempel di papan. ''Kalau besok pagi, baru ditempel. Kami bingung kalau mau cabut berkas,'' keluhnya.

Sayangnya, meski sudah ditunggu sampai sore, di papan pengumuman SMPN 1 Banyuwangi, hanya terlihat pengumuman bertuliskan. 'Menggunakan Sertifikat Palsu Dinyatakan Gugur'.

Dihubungi terpisah panitia PSB, Rika mengaku berkas yang masuk masih banyak. Sehingga, skor baru bisa dilihat besok pagi. Saat ini, di sini masih banyak siswa yang melakukan uji kompetensi mulai dari olahraga, drum band dan uji lainnya.

Dandi dari SDN Kepatihan misalnya, dia mengikuti uji kompetensi menembak. Pasalnya, anak Bedug Arief itu memiliki sertifikat sebagai juara provinsi lomba menembak. Ditemani ayahnya, dia membawa senapan kesayanganya. ''Saya harap dengan adanya prestasi ini, bisa mendongkrak skor anak saya,'' ujar Bedug.

Sementara itu, banyak calon siswa baru yang menunggu hingga sore hari. Seperti yang dialami Junaidi, saat menunggu anaknya di SMKN 1 Banyuwangi. Warga Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi itu rela tiduran di teras sekolah itu, demi menunggu pengumuman skor PSB anaknya. ''Saya antre sejak pukul 07.00 hingga siang ini berkas belum masuk. Terus, pengumumannya jam berapa ya,'' ujarnya.

Junaidi mengaku, kinerja sekolah sangat lamban. Bahkan, dirinya harus bolak balik untuk mengurus surat kesehatan yang merupakan salah satu persyaratan pendaftaran. Karena sebelumnya, belum ada pemberitahuan tentang syarat berupa surat kesehatan tersebut.

Ketua panitia PSB SMKN 1 Banyuwangi, Soleh Mahdi mengakui, penghitungan skor sementara dimungkinkan tuntas hingga malam hari. Sebab, berkas yang masuk atau pendaftar sebanyak 850 orang. Sehingga, pengumumanya baru bisa dilakukan menjelang malam. ''Kami mohon, para orang tua mau memahami. Karena proses pendataanya agak lama,'' katanya.

Badrut, warga Kecamatan Siliragung juga mengeluhkan lambatnya pengumuman skor PSB sementara di SMPN 2 Banyuwangi. ''Katanya tadi diumumkan jam 13.00. Setelah ditunggu, katanya jam 17.00. Rumah saya jauh, kalau haris bolak balik dan boros bensin,'' keluhnya.


[Continue reading...]

Kamis, 02 Juli 2009

Pagu PSB (Penerimaan Siswa Baru) SMAN Di Banyuwangi Naik

- 0 komentar
Tahun Lalu 3920, Kini 4.232 Orang

BANYUWANGI- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) resmi menetapkan pagu penerimaan siswa baru (PSB) kemarin (29/6). Jika dibandingkan dengan pagu PSB tahun 2008 lalu, pagu PSB untuk Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) mengalami peningkatan.

Tahun lalu, pagu rombongan belajar (rombel) untuk SMAN tersedia 98 kelas. Tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi 108 kelas.

Begitu juga dengan pagu siswa. Pada tahun 2008 lalu, pagu siswa SMAN hanya tersedia 3.920 siswa. Tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi 4.232 siswa.




Peningkatan ini terjadi di beberapa sekolah. Seperti yang terjadi di SMAN 1 Glagah. Tahun lalu, pagu siswa baru di sekolah tersebut hanya 280 orang. Kini, pagunya meningkat menjadi 304 siswa. Begitu juga dengan jumlah rombongan belajar tahun 2008 lalu hanya tujuh kelas. Pada tahun pelajaran 2009 ini, jumlah rombongan belajar naik menjadi delapan kelas.

Sementara SMAN 1 Giri tidak mengalami perubahan yakni tetap sembilan kelas. Sebaliknya pagu siswa mengalami penurunan dari 360 siswa menjadi 288 siswa. Penurunan pagu siswa ini karena terkait dengan peningkatan status sekolah tersebut menjadi Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI).

Sementara itu di SMAN Banyuwangi, jumlah rombongan belajar tetap enam dengan pagu 240 orang. "Sebenarnya tidak terlalu banyak perubahan dari pagu PSB tahun lalu," ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Kabid Dikmen) Dispendikpora Banyuwangi, Catur Pamarto.

Hal yang sama juga terjadi pada pagu PSB di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN). Pagu siswa dan kelas juga mengalami peningkatan cukup signifikan.

Pagu kelasnya meningkat menjadi 66 kelas dari tujuh SMKN di Banyuwangi. Sedangkan pagu siswanya meroket menjadi 2.302 dari tahun lalu yang hanya 2.244.

SMKN 1 Glagah jumlah kelas tetap 18, sementara pagu siswanya turun menjadi 576 orang dari tahun lalu 640 siswa. Di SMKN 1 Banyuwangi, jumlah rombongan belajar naik menjadi 14 kelas, dan pagu naik menjadi 448. SMKN Kalibaru juga mengalami peningkatan pagu cukup tajam. Tahun 2008, jumlah kelasnya hanya lima kelas dan kini bertambah menjadi 10 kelas dengan pagu siswa 368 orang. Atau naik dari sebelumnya yang hanya 296 siswa.

SMKN Tegalsari juga mengalami perubahan jumlah kelas dan pagu siswa baru. Sebelumnya, sekolah itu hanya memiliki lima kelas, kini memiliki enam kelas. Jumlah pagu naik menjadi 224 dari sebelumnya yang 192 siswa. "Kenaikan pagu ini dipengaruhi oleh tingkat APK (Angka Partisipasi Kasar)," kata Catur.

Dia menjelaskan, kalau APK di suatu daerah kecil, maka pagu akan ditambah. Harapannya agar akses masyarakat untuk mendapatkan pendidikan semakin besar. Sebaliknya, kalau angka APK besar, maka pagu akan diturunkan dan dialihkan ke daerah lain.

Sedangkan pagu untuk Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP), tahun ini jumlah pagunya mencapai 12.676 siswa dan 3.48 kelas dari 72 SMPN yang tersebar di Banyuwangi. Jumlah rombongan belajar RSBI SMPN 1 Banyuwangi bertambah menjadi empat kelas dengan jumlah siswa 112 orang. Seleksi empat kelas RSBI ini sudah berlangsung Maret 2009 lalu.

Sementara itu tahun 2008 lalu, sekolah ini hanya menampung satu kelas RSBI berisi 24 siswa. Dengan peningkatan pagu RSBI tersebut, pagu untuk kelas Sekolah Standar Nasional (SSN) di SMPN 1 Banyuwangi tersisa 96 orang.


[Continue reading...]

Keruwetan PSB (Penerimaan Siswa Baru) Di Blitar

- 0 komentar

Pilihan Kedua Berlaku

Diambil yang Ranking 67 Teratas

BLITAR - DPRD Kota Blitar benar-benar memanggil Dinas Pendidikan daerah (Dikda) terkait keruwetan sistem penerimaan siswa baru (PSB). Kemarin (1/7), para petinggi lembaga itu, Kadikda Pratignyo YS, Kabid Persekolahan Soefendi, dan Kabid Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) Samsul Hadi, hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama komisi pendidikan. Mereka diminta klarifikasi tentang gejolak wali murid dalam PSB, khususnya jalur tes pengendali mutu (TPM) kali ini.



Rapat yang juga dihadiri seluruh kepala SMA dan SMP negeri se- Kota Blitar itu berlangsung tertutup. Wartawan yang biasa ngepos di kantor DPRD pun tidak diperbolehkan mengikuti sidang tersebut.

Ketua DPRD Samanhudi Anwar menjelaskan bahwa pemanggilan dinas pendidikan ini untuk meminta kejelasan dan sekaligus mencari solusi agar PSB bisa berjalan lancar. Sebab, sistem baru tanpa disertai sosialisasi bakal berubah menjadi kekisruhan yang seperti terjadi kali ini. Untuk itu, harus segera dicarikan pemecahan agar PSB tidak semakin berkemelut. Dan, untuk meredam gejolak para orang tua yang kesulitan, apalagi nanti ditambah persoalan biaya pendidikan, seluruh lulusan SD harus bisa bersekolah lagi dan ditampung di SMP negeri. "Dikda semoga menyetujui solusi agar 100 persen siswa SD yang telah lulus, dapat ditampung di SMP negeri di Kota Blitar," kata Samanhudi sebelum menggelar RDP tersebut.

Sementara itu, Kepala Dikda Pratignyo YS dikonfirmasi melalui Kabid Persekolahan Soefendi membeberkan ada dua keputusan penting dalam rapat kemarin.

Apa solusinya? Soefendi mengatakan, untuk PSB tingkat SMA, akan dilakukan pengolahan ulang data pendaftar. Pendaftar yang tidak diterima pada pilihan pertama, ada kemungkinan bisa diterima di sekolah lain dengan merujuk sekolah pilihan kedua yang dituju. Untuk itu, dinas akan merangking pendaftar pada pilihan kedua itu. "Dengan tidak mengurangi kuota untuk TKA, akan diranking ulang untuk pilihan kedua," terang Soefendi.

Dengan pendataan ulang tersebut, dikda akan meranking pilihan kedua setiap siswa, kemudian diambil 67 ranking teratas. Pendaftar yang masuk rangking ke-67 itu berhak mendapatkan bangku sekolah di SMAN 2 dan SMAN 3 Blitar. "Untuk SMA 1 jelas tidak diranking ulang," kata pria yang baru menjabat dua bulan itu.

Dengan begitu, SMAN 2 dan SMAN 3 menambah lima kursi untuk tiap kelasnya. "Misal, jika setiap kelas diisi 32, ditambah lima anak, sehingga menjadi 37 anak dalam sekelas," terang Soefendi.

Sedangkan untuk tingkat SMP, tetap menggunakan jalur TKA. "Dikda, memastikan semua siswa SD di kota, akan masuk SMP Negeri di kota," tambah Soefendi.

Hal ini sesuai dengan keinginan DPRD Kota yang menghendaki adanya kepastian dari Dikda mengenai nasib anak-anak SD yang baru lulus tersebut.

Soefensi juga menampik rumor kalau dinas akan menggelar PSB jalur tes pengendali mutu (TPM) jilid II. Pihanya memastikan tidak akan menggelar lagi, tetapi telah mencarikan solusi terbaik. "Pengumuman sudah dilempar kemarin-kemarin. Ada solusi lain," tutur Soefendi.

Seperti diketahui bersama, PSB Kota Blitar diwarnai dengan keruwetan. Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi kepada semua pihak yang terkait dengan PSB. "Kaya gini (sistem PSB tahun ini, red), bikin mumet orang tua," kata Joni yang tampak ngluruk ke Dikda, kemarin.

Diakui pula oleh Pratignyo, bahwa masih perlu evaluasi dan perbaikan di sana-sini. "Kami mohon maaf, dengan kurangnya sosialisasi," kata Pratignyo.

Walaupun secara logika, sistem PSB yang diterapkan tersebut baik bagi semua sekolah di Kota Blitar. Tujuan penerapan sistem tersebut adalah pemerataan prestasi. Dan pembuatan program PSB ini merupakan kesepakatan dari aspirasi sekolah-sekolah yang merasa terpinggirkan. Salah seorang kepala sekoah dari sekolah nonfavorit mengungkapkan hal tersebut. "Setiap tahun, sekolah kami hanya mendapat siswa yang ber-NUN rendah. Tidak ada pemerataan," begitu tutur sumber yang tidak mau disebutkan namanya. Sehingga, program yang telah disusun oleh Dikda ini mampu memfasilitasi sekolah nonfavorit di Kota Blitar.

"Kesalahannya tidak ada sosialisasi yang jelas," tambah Joni bersungut-sungut. Bahkan sama seperti para wali murid yang sedang kebingungan mencarikan sekolah anaknya, dia berkata unas lebih baik tidak ada. "Nilai unas sudah tidak dipakai. Anak sudah terlanjur down, tidak mau belajar. Terus piye?" tambah Joni.


[Continue reading...]

Pelaksanaan PSB (Penerimaan Siswa Baru) Di Mojokerto

- 0 komentar
MOJOKERTO - Sebanyak 480 dan 1.918 kuota siswa baru SMA dan SMP bakal diperebutkan mulai hari ini. Pihak Dinas P dan K Kota Mojokerto akan menurunkan tim pengawas untuk memantau proses penerimaan siswa baru (PSB) di dua SMAN dan sembilan SMPN di Kota Mojokerto.

Data yang diperoleh Darmo untuk pagu SMAN yang akan diperebutkan untuk sementara diketahui sebanyak 480 kursi untuk dua sekolah. Yakni SMAN 1 sebanyak 7 kelas. Masing-masing kelas berisi 40 siswa. SMAN 3 menerima lima kelas, masing-masing kelas terbagi atas 40 siswa. Sementara bagi SMAN 2, sejauh ini belum diketahui berapa kuota kelas reguler yang akan diperebutkan karena berkaitan dengan program rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). (Data selengkapnya lihat tabel)




Kendati demikian sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang PSB, keseluruhan pagu yang akan disediakan tidak diperuntukkan bagi semua siswa asal kota. Namun juga siswa luar kota dengan porsi perbandingan 70:30. Masing-masing 70 persen untuk siswa kota dan 30 persen siswa luar kota.

Sedangkan untuk memantau pelaksanaan PSB atau Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang berlangsung hingga 6 Juli mendatang bakal menurunkan tim pengawas PSB.

Mereka bertugas mengawasi proses pendaftaran di semua sekolah negeri. Baik menyangkut kuota, proses pendaftaran, maupun jika ada pungutan liar yang dibebankan sekolah pada siswa baru diluar pembelian formulir. ''Tim itu akan kami turunkan selama PSB berlangsung,'' ujar Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto, Suharto, kemarin.

Diperkirakan, dari sekolah negeri yang ada, persaingan untuk bisa diterima bakal terjadi untuk tingkat SMAN. Terutama di SMAN 1 dan SMAN 3. Pasalnya, disamping pagu yang disediakan cukup terbatas, sekolah negeri untuk tingkat SMAN yang menerima PSB hanya terdapat 3 sekolah.

Bahkan satu diantaranya sudah diisi dengan PSB bagi kelas RSBI. Dengan demikian, guna menghindari persaingan yang berujung pelanggaran atas Perwali yang diterbitkan, tim pengawas yang ditugaskan akan dibagi pada masing-masing sekolah. ''Tentunya kami ingin semua berjalan sesuai aturan. Baik Perwali maupun aturan PSB yang lain," katanya.

Menurut dia, memang sesuai dengan pedoman teknis (domnis) untuk formulir pendaftaran harus ditempuh calon siswa baru dengan harga Rp 20 ribu untuk SMAN. Sedangkan, tingkat SMPN harga formulir pendaftaran dihargai Rp 5.000.

Penjualan formulir tersebut, sebagai pengganti biaya administrasi formulir selama pendaftaran berlangsung. ''Diluar itu jelas tidak boleh. Apalagi sekolah membebani calon siswa dengan biaya uang gedung atau yang lain. Karena itu bertentangan dengan Perwali dan Wajar (Wajib Belajar 12 Tahun) yang digalakkan pemkot," tegas Suharto.

Dia berharap pada masing-masing sekolah negeri melaksanakan PSB sesuai dengan Perwali dan aturan yang ditetapkan. Terutama tidak memberlakukan berbagai macam pungutan diluar pendaftaran yang sudah ditetapkan. ''Makanya untuk mengawasi ada tidaknya pelanggaran selama PSB kita akan maksimalkan para pengawas yang ada di lapangan," ujarnya.
[Continue reading...]

Selasa, 30 Juni 2009

PSB / Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2009 Solo

- 0 komentar
Jangan Cuma Lihat Internet

Datang ke Sekolah Juga Perlu

SOLO - Usaha Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Solo mempermudah pemantauan masyarakat akan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2009 masuk tahun ketiga. Namun, masih banyak yang tidak memanfaatkan sarana dengan biaya yang besar itu.

Hal itu terbukti sejumlah orang tua calon peserta PPDB yang tegas mengatakan malas memantau perkembangan informasi PPDB Online 2009 via internet. Rata-rata dari mereka memilih membaca langsung perkembangan data melalui pengumuman di papan tulis tiap sekolah, yang menjadi tujuan pendaftaran.



Paiman, 43, pengusaha mebel asal Sukoharjo, mengatakan malas mengakses informasi PPDB Online melalui internet. Padahal Nia, 15, anaknya, ingin mendaftar ke SMAN 5 Solo. Dia tidak bisa puas hanya sekadar mendengar informasi dari anaknya yang paham internet.

"Jujur saja saya buta internet. Lha kalau mengandalkan informasi dari anak saya, kan bisa repot. Makanya saya pilih langsung datang kesini saja, biar marem (puas)," ucapnya, seraya tetap mencatat semua persyaratan PPDB Online 2009 yang tertempel di papan tulis.

Hal senada juga diungkapkan Mardi dan Suksmono. Dua orang ayah calon peserta PPDB Online asal Solo ini pun mengatakan enggan mengikuti perkembangan data di internet. Kendati, situs www.ppdbsolo.net sudah sejak sepekan terakhir memuat data terbaru, seputar pendaftaran dan pernik-perniknya dengan lengkap.

Namun, Mardi menganggap melihat di internet selain bertele-tele juga terlalu susah dipahami. "Ya daripada salah pemahaman lebih baik datang langsung ke sekolah saja. Kalau ada yang tidak jelas, kan bisa langsung bertanya sama gurunya," jelas Mardi, diamini Suksmono.

Menanggapi permasalahan tersebut, Sutanto, kepala UPT Pusat Komputer (Puskom) Universitas Sebelas Maret Solo (UNS) mengatakan sebenarnya masih ada pemahaman yang salah di masyarakat, terkait definisi PPDB secara online.

UNS, sebagai penanggung jawab teknologi informasi (TI) PPDB Online 2009, mendefinisikan PPDB ini adalah proses penggabungan data antarsekolah yang ikut serta. "Jadi, bukan berarti harus lihat datanya lewat internet," imbuh Sutanto.

Dia juga berpendapat data di PPDB Online 2009 ini jangan dibuang. Sebab, bisa dijadikan barometer untuk menentukan peringkat sekolah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. "Ke depannya itu bisa digunakan untuk mengetahui tolok ukur peringkat sekolah. Sebab, saat ini, rata-rata masyarakat masih memilih sekolah hanya berdasarkan penilaian kualitatif (kemasan sekolah). Bukan dari sisi kuantitatif (indeks prestasi berdasar nilai unas)," tegasnya.

Namun, Sapto Hermawan, koordinator TI PPDB Online 2009 tidak mengkhawatirkan rendahnya pemahaman masyarakat akan internet, terkait pemberian informasi seputar PPDB Online. "Saya sudah mengantisipasi hal itu dengan mengimbau sekolah peserta PPDB Online mengumumkan jurnal rentang nilai secara tertulis. Paling tidak tiga kali sehari. Jadi, masyarakat yang malas ke internet bisa turut memantau perkembangan data setiap saat."terangnya.

Selain itu, dalam lima hari terakhir pihaknya telah menerima rata-rata 1.200 pertanyaan per hari, melalui situs www.ppdbsolo.net. Yang ditanyakan seputar batas bawah nilai dan peringkat sekolah yang menjadi tujuan pendaftaran.

"Seringnya mereka bertanya, anaknya dengan nilai sekian, pantasnya diterima di sekolah mana. Lalu, sekolah ini masuk peringkat favorit berapa. Lha, bagaimana saya bisa menjawab. Selain bukan wewenang saya, PPDB online saja belum mulai. Lagipula, data tahun lalu bisa berubah di tahun ini, kan," ujar Sapto melepaskan tawanya.

Sementara itu Titik Purwanti, kepala SMA Warga, menyatakan kesiapan pihaknya melayani masyarakat yang enggan memantau PPDB Online melalui internet. Dia akan menyiapkan jurnal rentang nilai, berikut segala informasi yang dibutuhkan dalam PPDB Online 2009 ini dalam bentuk data cetak.

"Kami akan menampilkan perubahan jurnal, yang akan kami pasang di papan tulis di halaman depan. Dari pukul 08.00 sampai 13.00, kami akan menggantinya sebanyak 2 kali. Untuk sore harinya akan kami ganti dengan data terbaru, antara pukul 16.00-17.00," jelas Titik.

Senada dengannya, Edy Pudyanto, kepala SMAN 4 Solo menjamin masyarakat yang enggan lihat internet akan mendapatkan pelayanan maksimal di sekolahnya. Sebab, tahun ini SMAN 4 membuka 8 kelasnya untuk PPDB Online dan 3 kelasnya untuk emersi (bilingual).

Tak hanya dalam bentuk cetak, rentang nilai dan perubahan data akan ditayangkan melalui layar lebar, didukung LCD proyektor yang tersambung ke modem internet. "Kami juga sediakan operator, yang siap melayani segala pertanyaan masyarakat. Jadi. buat yang malas ke warnet, silahkan saja datang ke layanan PPDB Online 2009 di SMAN 4," kata Edy, setengah promosi.
[Continue reading...]

PSB (Penerimaan Siswa Baru) SMP - SMA Di Lamongan Diperketat

- 0 komentar
Syarat penerimaan siswa baru (PSB) SMP dan SMA negeri di Lamongan tahun ini diperketat. Panitia PSB tidak akan mengakui semua piagam yang disodorkan calon siswa.

''Piagam dari nonkejuaraan tidak bisa dipakai untuk PSB pada tahun ini,'' kata Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Mustofa Nur kepada Radar Bojonegoro kemarin (29/6).

Menurut dia, piagam prestasi yang diakui harus ada label juaranya, entah juara pertama, kedua, atau ketiga, minimal di tingkat kabupaten.



''Misalnya juara pertama lomba menggambar tingkat kabupaten Lamongan. Tetapi kalau menjadi peserta lomba dan semuanya pesertanya mendapat piagam, maka piagam itu tidak bisa untuk PSB karena tidak mengandung kejuaraan, meski lomba itu levelnya tingkat nasional,'' tuturnya.

Mustofa menuturkan, pada PSB tahun ini setiap sekolah dilarang membuat siswa cadangan. ''Kalau ada bangku kosong yang ditinggal siswa karena tidak daftar ulang, bangku itu harus tetap dikosongkan tidak boleh diisi dengan siswa cadangan,'' ujarnya.

Menurut dia, aturan itu diberlakukan bertujuan memberi kesempatan sekolah-sekolah swasta agar mendapat murid. ''Selain itu juga untuk menjaga kualitas,'' tambahnya.

Terkait siswa pendaftar dari luar Lamongan, menurut Kabid Dikmenumjur Dinas Pendidikan Lamongan Muad, secara umum perlakuannya sama dengan pendaftar dari Lamongan sendiri. ''Syarat untuk pendaftar dari luar Lamongan juga memakai NUN (nilai ujian nasional) dan piagam prestasi yang dibobot sesuai juara yang diraih dan level kejuaraan, di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional atau internasional,'' jelasnya.

Hanya, lanjut dia, siswa dari luar Lamongan harus melampirkan rekomendasi dari dinas pendidikan daerah asal maupun dari Dinas Pendidikan Lamongan.
[Continue reading...]

Minggu, 28 Juni 2009

PSB (Penerimaan Siswa Baru) Di Banyuwangi

- 0 komentar
Ini peringatan bagi sekolah yang sedang melakukan persiapan Penerimaan Siswa Baru (PSB). Pihak sekolah harus lebih teliti melakukan seleksi dan penilaian dalam pendaftaran yang dimulai 2 Juli 2009 mendatang.

Pihak sekolah tidak hanya menghitung nilai unas dan UASBN. Panitia juga akan menghitung prestasi akademik dan prestasi non-akademik calon siswa baru. Sebab, faktor prestasi siswa juga ikut menentukan skor dalam PSB kali ini.

Jika mengacu pelaksanaan PSB tahun lalu, ternyata masih ditemukan sertifikat atau piagam penghargaan palsu. Piagam palsu itu dibuat untuk menambah skor dalam PSB.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) pada Dispendikpora Banyuwangi, Catur Pamarto mengatakan, piagam prestasi adalah piagam kejuaraan bidang akademis maupun non-akademis, yang dikeluarkan oleh lembaga atau organisasi yang memiliki wewenang. Tanda tangan dan stempel dalam piagam itu harus jelas. ''Jangan sampai memalsukan tanda tangan dan stempel hanya untuk menambah skor. Sebab, semua itu akan berakibat fatal,'' tegasnya.

Catur menambahkan, apabila calon peserta memiliki lebih dari satu prestasi, maka akan diambil salah satu prestasi yang memiliki skor paling tinggi. Sekolah diberi wewenang penuh untuk melakukan konfirmasi dan validasi piagam tersebut. Selain itu, dalam prestasi bidang non-akademis masih terbagi lagi dalam kategori perorangan dan kelompok. Apabila jumlah peserta sampai lima siswa, skornya 50 persen dari skor prestasi perorangan. Kalau jumlah peserta sampai 10 siswa, skornya hanya 30 persen dari skor perorangan. Jika jumlah peserta lebih dari 10 siswa, maka skornya 20 persen bagi anggota dan 30 persen bagi ketua regu atau kapten.

Dia mengimbau kepada seluruh orang tua siswa dan siswa untuk menggunakan kesempatan PSB kali ini dengan sebaik-baiknya. Mereka diharap tidak menggunakan cara-cara yang bisa merugikan anak didik.

Sekadar diketahui, pendaftaran PSB untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK, akan diselenggarakan mulai tanggal 2, 3, 4, dan 6 Juli 2009. Seleksi pengolahan dimulai tanggal 7 Juli hingga 9 Juli 2009. Pengumuman PSB akan dilakukan serentak tanggal 10 Juli 2009.

Daftar ulang akan diselenggarakan 10-11 Juli 2009. Penerimaan siswa cadangan tanggal 11 Juli 2009. Permulaan ajaran baru dimulai 13 Juli 2009. Persiapan dan pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) diselenggarakan selama tiga hari pada tanggal 13, 14, dan 15 Juli 2009.
[Continue reading...]

Minggu, 21 Juni 2009

Peraih NUN (Nilai Ujian Nasional) SMP Terbaik Se-Jatim

- 0 komentar
Berikut Data 10 Siswa Terbaik Se Jatim:

No.Nama PesertaBININGMATIPATOTRankAsal Sekolah
1DANANG SETIAWAN10,0010,0010,0010,0040,00 1SMP NEGERI 2 TULUNGAGUNG
2FATIMA KUS MEGAWATI10,0010,0010,0010,0040,001SMP NEGERI 2 TULUNGAGUNG
3ROZANAH CAHYA KURNIAWATI10,0010,0010,0010,0040,001SMPN 1 BABAT LAMONGAN
4ARI TRI WIDODO9,8010,0010,0010,0039,804SMPN 1 KAUMAN TULUNGAUNG
5ATIK ROHMANA MAFTUHATUL FUAD9,8010,0010,0010,0039,804SMPN 1 KAUMAN TULUNGAUNG
6BERLIAN PACARRANI10,009,8010,0010,0039,804SMPN 1 KAUMAN TULUNGAUNG
7BRILLYANA GITTHANADI9,8010,0010,0010,0039,804SMP NEGERI 1 LAMONGAN
8GIGIH ARGANATA9,8010,0010,0010,0039,804SMP NEGERI 1 LAMONGAN
9
JESILIA SARASWATI PUTRI
9,8010,0010,0010,0039,804SMP NEGERI 1 LAMONGAN
10MUHAMMAD ARIF ASHARI9,8010,0010,0010,0039,804SMP NEGERI 1 LAMONGAN


Nach nama anak-anak yang menjadi 10 Besar NUN SMP Se-Jatim ...
Lanjutkan !!!!!!!
[Continue reading...]

Hasil Unas SMP/MTs Kabupaten Banyuwangi Mengalami Peningkatan

- 0 komentar
Hasil Unas Mengalami Peningkatan
-602 Siswa SMP se-Banyuwangi Tidak Lulus

Nilai kelulusan ujian nasional (unas) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Banyuwangi meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah peserta unas 14.736 siswa, yang dinyatakan lulus 14.134 siswa. Oleh karena itu, jumlah siswa yang tidak lulus 602 anak.
Sesuai data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Banyuwangi, persentase kelulusan tahun 2008 mencapai 94,71 persen. Sedangkan tahun 2009 mencapai 95,01 persen.
Peringkat nilai tertinggi diraih dua siswa SMPN 1 Banyuwangi. Mereka adalah Bagus Rahmad Irwansyah dan Sovila Dealova El Yunantha. Total nilai keduanya sama, yakni 39,40.

Tidak ada perayaan kelulusan di SMPN 1 Banyuwangi. Suasananya tetap tenang tanpa aksi corat-coret seragam. Tidak ada euforia seperti kelulusan SMA beberapa hari sebelumnya. Para siswa hanya merayakan kelulusan di halaman sekolah. Tak ketinggalan, dua siswa yang meraih nilai tertinggi.
Kepala SMPN 1 Banyuwangi, Enny Purnamaningrum, mengaku tak menyangka dua siswanya meraih nilai tertinggi di Kabupaten Banyuwangi. Bahkan, peringkat ketiga kabupaten juga disabet siswanya, Aji Bagus, dengan nilai 39,35. ''Semua keberhasilan ini merupakan kerja keras anak-anak selama ini,'' katanya kepada RaBa di ruang kerjanya kemarin pagi.
Suasana berbeda terlihat di SMPN 5 Banyuwangi. Tidak tampak ada perayaan kelulusan tahun ini. Pasalnya, dari 246 siswa, yang dinyatakan lulus hanya 241 siswa dan 5 siswa tidak lulus.
Kepala SMPN 5 Banyuwangi, Suprapto mengakui, masing-masing sekolah memiliki sumberdaya manusia (SDM) yang berbeda. Input yang masuk di sekolah itu juga berbeda dengan siswa yang masuk ke SMPN 1 Banyuwangi. "Sehingga tingkat kelulusannya juga berbeda," terangnya di ruang kerjanya kemarin pagi.
Bagaimana nasib lima siswa yang tidak lulus? Kata Suprapto, mereka akan didaftarkan untuk mengikuti ujian kelompok belajar (kejar) paket C. Pihak sekolah yang akan mengurus kelengkapannya. "Para siswa tinggal mengikuti ujian yang sudah ditentukan Dispendipora nanti," tuturnya.
Suasana serupa tampak di SMP Katolik Santo Yusuf Banyuwangi. Dari 100 siswa, yang dinyatakan tidak lulus 16 anak.
Paulus Slamet, Kepala SMP Katolik Santo Yusuf mengatakan, kegagalan 16 siswa itu menjadi cambuk bagi sekolahnya. Dengan begitu, bisa melakukan yang terbaik tahun depan. Diakuinya, berbagai cara sudah dilakukan oleh sekolah dalam mempersiapkan siswa menjelang unas, mulai menambah jam pelajaran hingga menggelar try out (ujicoba, Red). Para guru juga sudah optimal mengerjakan tugasnya. "Mungkin SDM-nya yang masih belum maksimal," cetusnya di ruang kerjanya kemarin pagi.
Menurut Paulus, selama ini sekolah swasta dituntut harus mandiri dengan mencari biaya sendiri. Semua sarana-prasarana kegiatan belajar-mengajar harus serba lengkap. "Jadi, ya seperti sekarang ini," tukasnya.
Ditambahkan, tahun depan pihaknya akan melakukan yang terbaik. "Diharapkan, kegagalan tahun 2009 tidak akan terulang lagi," ujarnya.
Ditemui secara terpisah, Kepala Dispendikpora Banyuwangi, Sulihtiyono, yang didampingi Kabid Pendidikan Menengah, Catur Pamarto, menegaskan kelulusan SMP kali ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Bahkan, Banyuwangi menduduki peringkat 18 besar di Provinsi Jawa Timur.
Bagaimana dengan SMP swasta? Diakuinya, data SMP swasta masih belum direkap. "Yang pasti, sama-sama mengalami kenaikan," tegasnya.


[Continue reading...]

Peraih NUN (Nilai Ujian Nasional) Tertinggi Se-Jatim SMP/MTs Juga Nasional

- 0 komentar
Peraih NUN (Nilai Ujian Nasional) Tertinggi Se-Jatim SMP/MTs Juga Nasional
Di Jatim ternyata merupakan propinsi yang juga merupakan hebat dalam bidang akademik maupun non akademik, buktinya dalam bidang akademik, pada Ujian Nasional (UN) SMP tahun 2009 kali ini ada tiga anak yang mendapat nilai sempurnya yaitu mendapat niai 40, jadi mereka mengerjakan soal dengan tiada salah satupun alias mendapat niali 10 pada semua mata ujian yang di ujikan, yaitu Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Hebat-hebat ….. mereka adalah
Rozanah Cahya Kurniawati dari SMPN 1 Babat, serta dua siswi lainnya dari Tulungagung, yaitu Danang Setiawan dan Fatima Kus Megawati dari SMPN 2 Tulungagung. Dengan itu mereka dinobatkan menjadi peraih NUN tertinggi Se-Jatim, bukan hanya itu, karena nilai sempurna/maksimal adalah 40, maka mereka juga merupakan peraih NUN tertinggi Se-Indonesia ……. Hebat …… Lanjutkan !!!!!!!

[Continue reading...]

NUN (Nilai Ujian Nasional) Tertinggi Di Banyuwangi

- 0 komentar
NUN (Nilai Ujian Nasional) Tertinggi Di Banyuwangi
1.Bagus Rachmad Irwansyah 39,40
SMPN 1 Banyuwangi
2.Sovila Dealova El Yunantha 39,40
SMPN 1 Banyuwangi
3.Aji Bagus Choiri 39,35
SMPN 1 Banyuwangi
4.M. Alfian 39,35
SMPN 1 Genteng
5.Risky L 39,35
SMPN 1 Genteng

Nach ..... 3 nilai tertinggi diraih oleh Siswa SMPN 1 Banyuwangi, yang terbukti unggul dan mengalami kenaikan, pada tahun kemarin tertinggi di raih oleh Hendra Kharisma (biasa dipanggil Olim) dengan nila lebih dari 38 .... Lanjutkan !!!!!!!

[Continue reading...]

Automatic Backlink

Please copy code below to get free backlink, copy this in to your web/blog and after you click it it will automatic displayed in 'Backlink Created', in bottom bar.
Free Auto Backlink - Gratis Backlink Otomatis

Backlink

 
Copyright © . Blogger Pendidikan Keren - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger